Maaf aku pacaran lebih dari 4 jam
Sayang, sebenarnya aku sangat bangga dengan kejujuranmu. Tak ada yang lebih berarti selain sebuah kejujuran yang engkau berikan.
Disaat engkau mengatakannya kepadaku,ragu, tapi bak menyuapkan empedu. Tajamnya kata-katamu, bak sembilu menyayat kalbu. Hingga engkau tuliskan kisahmu penuh haru biru yang membuat lebam hatiku.
Aku sadari bahwa diriku telah bersalah, membiarkan dirimu, memberimu waktu bersama dengannya.
Tapi aku lebih menyadari, bahwa sebenarya tidak ada yang patut disalahkan, karena perbuatan itu dilakukan dengan sadar.
Apakah ini engkau lakukan untuk menguji kesetiaan cintaku padamu?
Apakah ini engkau lakukan untuk mencampakkan diriku?
Apakah ini engkau lakukan, ya seperti biasa, have fun saja?
Apapun itu, jawabnya, aku cemburu, karena aku sayang pada dirimu.
Tapi percuma aku mengungkapkan itu, ya, karena aku tidak tahu, aku tidak tahu pasti, aku tidak tahu sebenarnya, apakah yang sebenarnya engkau lakukan dengannya?
Hah, ini sebuah pertanyaan konyol, yang keluar dari hati yang sudah terlalu sakit, hingga tidak mampu lagi merasakan sakit. Terlalu imajinatif hingga tidak memandang estetika sosial yang kompulsif.
*****************************************
Tapi, akhirnya aku sadar, mengapa semudah itu aku melakukannya. Tapi aku juga sadar bahwa tanpa dirimu aku juga bisa melakukannya. Dan aku sadar bahwa yang kulakukan bukan untuk menyakiti perasaanmu.
Tapi tanpa aku sadari waktuku melebihi waktumu.,
“saat dia menemaniku, layaknya tamu yang harus dipandu.
Bandung-kampus ITB-Observatorium Bosscha-Lembang-Maribaya-Tahura Juanda-Dago.
Berjalan menyusuri hutan, menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan, mengunjungi situs-situs sejarah, tak lupa sholat berjamaah.
Walaupun tanpa ditemani sinar rembulan, gemerlapnya bintang dan dinginnya malam.
Tapi aku masih bisa merasakan hangatnya mentari, kesejukan udara, merdunya kicauan burung, detak suara tapak kuda, bercengkrama dengan orang sekitar yang ramah, serta tukang ojek dan para pengamen yang ikut meramaikan suasana..
Sungguh suatu perjalanan persahabatan yang mempesona.”
Terima kasih sahabat.
*****************************************
Walaupun disana banyak teman-temanku yang mengetahui kedatanganku, tapi yang mempunyai waktu tuk menemaniku hanya dia, seorang wanita. Yang ku kenal dan akrab saat kami mengikuti suatu kegiatan secara nasional.
Hingga akhirnya kami pergi berdua, melalui sebuah waktu perjalanan yang ditempuh sekitar 2 x 4 jam.
“maaf aku pacaran lebih dari 4 jam”
****************************************
Sungguh naif kisah yang kutuliskan, tapi lebih naif jika tidak kutuliskan.
“Cerita ini hanyalah fakta belaka,
orang-orang dan tempat dalam cerita ini adalah benar adanya.
Cerita ini tidak bermaksud menyinggung Suku, Agama, dan Ras,
apalagi Perasaan”
Penulis memohon maaf, atas ide yang melahirkan kisah ini. Terima kasih.